|
Melalui website ini, kami mengajak anda para dermawan untuk bersama-sama memperhatikan anak-anak yatim piatu, yatim dan piatu dengan beramal, bersodakoh, menginfaqkan sebagian harta anda melalui Yayasan Miftakhul Jannah Gayamsari yang akan kami salurkan kepada anak-anak yatim dan piatu. Insya Allah dengan amanah "Hidup lebih berarti dengan berbagi". Namun sebelumnya, mohon kesediaan anda untuk menelusuri web ini agar lebih mengetahui tentang Yayasan Miftakhul Jannah Gayamsari, Atas apa yang telah anda infaqkan, kami mengucapkan "Jazakumullah khairan katsira". _________________________________________________________________________________________________________
(HR Bukhari : Kitab Azzakah). "Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali didalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo'a, "Ya Allah, berikanlah pada orang yang berinfak ganti (dari apa yang dia infakkan)". Sedang yang lain berkata, "Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan (hartanya) kebinasaan"
Pemeliharaan dan pembinaan anak yatim bukan hanya sebatas pada hal-hal yang bersifat fisik semata, seperti makanan, minuman, dan pakaian. Pembinaan yang dilakukan juga harus memperhatikan masalah psikisnya, seperti memberikan perhatian, kasih sayang, perlakuan lemah lembut, bimbingan akhlak, dan lain sebagainya. Dalam Al-Quran, Allah Swt. berfirman, “Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” (Q.S. Adh-Dhuha [93]: 9)
Dalam ayat lain ditegaskan, “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.” (Q.S. Al-Maa’uun [107]: 1-2)
Artinya, kewajiban memberikan kasih sayang, pengajaran sopan santun, dan segala perlakuan yang baik berbanding lurus dengan kewajiban pemberian materi. Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita tentang etika berinteraksi dengan anak yatim.
Yayasan Yatim Piatu Miftakhul Jannah Gayamsari Semarang |